Liang Shanbo dan Zhu Yingtai adalah salah satu dari empat legenda rakyat Tiongkok dan salah satu yang paling berpengaruh pada kesenian. Yang telah menyebar luas di Tiongkok selama lebih dari 1600 tahun, itu dianugerahi Penghargaan "Sebuah karya Kesetiaan Cinta selama berabad-abad" dan berjudul "Romeo dan Juliet ala Timur".
Muncul pada Dinasti Jin 1600 tahun yang lalu, Legenda
Liang Zhu mengisahkan perjalanan kehidupan seorang gadis cantik yang
pandai dan berkemauan keras untuk maju: Untuk mengejar studinya di
Hangzhou, Zhu Yingtai menyamar sebagai seorang laki-laki. Setelah
belajar selama tiga tahun bersama dengan teman sekolahnya Liang Shanbo,
Zhu Yingtai jatuh cinta padanya.
Sebelum
Berpisah, Zhu Yingtai memberi isyarat cinta lagi untuk Liang Shanbo yang
gagal memahaminya saat itu. Kemudian, Saat Shanbo kemudian memahami
perasaan Yingtai padanya, ia datang ke keluarga Yingtai untuk
melamarnya. Sayangnya, Zhu Yingtai telah dipertunangkan oleh ayahnya
dengan pria lain yang jauh lebih kaya, dan lamaran Shanbo ditolak
mentah-mentah meskipun Yingtai sudah memohon kepada ayahnya agar ia
diperkenankan menikah dengan pujaan hatinya. Yingtai tidak mencintai
pria pilihan ayahnya.
Dengan
sentuhan dan cerita yang mengharukan dan menyentuh imajinasi, Legenda
Liang Zhu sangat populer di kalangan masyarakat umum di Tiongok. Kisah
ini populer dalam berbagai karya sastra dan seni termasuk Opera Yue
Liang Shanbo dan Zhu Yingtai, konser biola Liang Zhu dan film Liang
Shanbo dan Zhu Yingtai (Sampek-Engtay). Ketika dipentaskan atau digubah
ulang, legenda ini telah terus-menerus diperkaya dan dikembangkan oleh
orang-orang di berbagai daerah. Pada saat yang sama, banyak batu nisan,
kuil dan bangunan lain dibangun, dengan Legenda Liang Zhu sebagai tema.
Selanjutnya, legenda ini telah menyebar ke berbagai negara seperti Korea
Utara, Vietnam, Myanmar, Jepang, Singapura dan Indonesia, baik di
panggung teater dan pentas seni lainnya. (Kebudayaan Tionghoa/snd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar